Nama : Rechan Wahyu Andika
Kelas : XI TJKT 2/33
Jobsheet: Tata Cara Diagnosa WAN Menggunakan Mikrotik
Tujuan
Mempelajari cara melakukan diagnosa koneksi WAN (Wide Area Network) menggunakan perangkat MikroTik untuk memastikan konektivitas dan mengidentifikasi potensi masalah jaringan.
Alat dan Bahan
1. MikroTik Router dengan akses admin
2. Koneksi internet atau WAN yang terhubung
3. Komputer atau Laptop untuk mengakses RouterOS MikroTik
4. Kabel Ethernet (jika diperlukan untuk koneksi langsung)
Langkah-langkah Diagnosa WAN Menggunakan MikroTik
1. Akses Router MikroTik
Langkah 1.1: Pastikan perangkat MikroTik terhubung dengan baik ke jaringan (LAN atau WAN).
Langkah 1.2: Akses MikroTik menggunakan aplikasi Winbox, WebFig, atau SSH.
Winbox : Hubungkan menggunakan IP atau MAC address.
WebFig : Akses melalui browser dengan mengetikkan IP router.
SSH : Gunakan terminal atau aplikasi seperti PuTTY untuk login ke router.
2. Periksa Status Interface WAN
Langkah 2.1 : Buka menu Interfaces melalui menu System.
Langkah 2.2 : Cek status interface yang terhubung dengan WAN (biasanya berlabel ether1, pppoe-out1, dsb.).
Langkah 2.3 : Pastikan interface dalam keadaan Up. Jika statusnya Down, coba periksa kabel fisik atau konfigurasi interface.
3. Cek IP Address yang Diterima dari Provider
Langkah 3.1 : Pergi ke IP > Addresses.
Langkah 3.2 : Pastikan ada IP address yang diterima pada interface WAN.
- Jika tidak ada IP, pastikan DHCP client atau PPPoE sudah dikonfigurasi dengan benar untuk menerima alamat IP dari provider.
4. Tes Konektivitas Menggunakan Ping
Langkah 4.1 : Pergi ke Tools > Ping.
Langkah 4.2 : Masukkan alamat IP tujuan, misalnya gateway ISP atau DNS (misalnya 8.8.8.8 untuk Google DNS).
Langkah 4.3 : Klik Start dan amati hasil ping.
- Jika berhasil, itu berarti konektivitas WAN aktif.
- Jika gagal, periksa konfigurasi interface WAN atau lakukan troubleshoot jaringan fisik.
5. Cek Routing
Langkah 5.1 : Masuk ke IP > Routes untuk memeriksa routing table.
Langkah 5.2 : Pastikan ada default route yang mengarah ke gateway WAN.
- Contoh default route: 0.0.0.0/0 -> [interface WAN].
Langkah 5.3 : Jika tidak ada default route, tambahkan route baru yang mengarah ke gateway ISP.
6. Periksa DNS
Langkah 6.1 : Masuk ke IP > DNS.
Langkah 6.2 : Pastikan DNS yang terkonfigurasi benar (misalnya DNS publik seperti Google DNS 8.8.8.8).
Langkah 6.3 : Lakukan ping ke alamat DNS untuk memverifikasi konektivitas.
7. Cek Bandwidth dan Trafik Menggunakan Queue
Langkah 7.1 : Buka Queues pada menu IP untuk melihat penggunaan bandwidth.
Langkah 7.2 : Periksa apakah ada batasan atau antrian (queue) yang menghalangi trafik WAN.
Langkah 7.3 : Pastikan tidak ada antrian yang tidak wajar atau pembatasan bandwidth yang tidak diinginkan.
8. Cek Log untuk Pesan Kesalahan
Langkah 8.1 : Masuk ke Logmelalui menu System > Logging.
Langkah 8.2 : Periksa apakah ada pesan kesalahan atau peringatan yang muncul terkait dengan konektivitas WAN.
Langkah 8.3 : Jika ada, lakukan investigasi lebih lanjut berdasarkan pesan yang tercatat.
9. Traceroute untuk Memeriksa Jalur Koneksi
Langkah 9.1: Pergi ke Tools > Traceroute.
Langkah 9.2 : Masukkan alamat tujuan (misalnya IP server yang ingin diakses).
Langkah 9.3 : Lakukan traceroute untuk melihat jalur dan latensi koneksi.
Langkah 9.4 : Amati adanya hambatan atau titik gagal yang bisa menunjukkan masalah pada jalur WAN.
10. Cek Koneksi NAT (Network Address Translation)
Langkah 10.1 : Jika menggunakan NAT, pastikan konfigurasi srcnat sudah benar.
Langkah 10.2 : Masuk ke IP > Firewall > NAT dan pastikan rule NAT untuk interface WAN sudah dikonfigurasi dengan benar.
Langkah 10.3 : Periksa apakah ada aturan yang membatasi koneksi keluar.
11. Analisa Trafik Menggunakan Torch
Langkah 11.1 : Buka menu Tools > Torch.
Langkah 11.2 : Pilih interface WAN untuk menganalisa trafik yang melalui router.
Langkah 11.3 : Amati statistik trafik untuk memastikan tidak ada aplikasi atau koneksi yang menggunakan bandwidth secara tidak wajar.
12. Test dengan Traceroute dari Client
Langkah 12.1 : Dari perangkat klien (misalnya PC atau laptop), buka command prompt dan lakukan traceroute ke tujuan (misalnya `tracert 8.8.8.8`).
Langkah 12.2 : Periksa apakah traceroute menunjukkan jalur yang benar hingga ke tujuan.
13. Periksa Kualitas Koneksi dengan Bandwidth Test
Langkah 13.1 : Gunakan Bandwidth Test melalui menu Tools > Bandwidth Test.
Langkah 13.2 : Pilih target bandwidth server yang sesuai dan lakukan pengujian.
Langkah 13.3 : Amati hasilnya, apakah ada penurunan kecepatan atau latensi yang abnormal.
Penutupan
Setelah menjalani semua langkah di atas, Anda dapat menyimpulkan apakah ada masalah pada koneksi WAN, apakah masalahnya terletak pada konfigurasi router, atau faktor eksternal (seperti masalah dari ISP). Jika tidak ada masalah yang ditemukan, berarti WAN berfungsi dengan baik. Jika masih ada masalah, ulangi langkah-langkah diagnosa