Pengertian Local Loop
Local loop adalah jalur fisik atau sirkuit komunikasi yang menghubungkan lokasi pelanggan (seperti rumah, kantor) ke sentral telepon atau central office (CO) dari operator telekomunikasi.
Struktur dan Komponen Local Loop
-
Pelanggan (Customer Premises Equipment / CPE):
-
Perangkat di sisi pelanggan seperti telepon analog, modem DSL, router, atau ONT (untuk fiber).
-
-
Media Transmisi:
-
Twisted pair copper wire – umum pada jaringan telepon rumah tradisional (PSTN).
-
Fiber optic – digunakan pada jaringan modern (FTTH/FTTx).
-
Wireless local loop (WLL) – menggunakan sinyal radio alih-alih kabel.
-
-
Distribution Point:
-
Kotak distribusi di tiang atau tanah yang menghubungkan rumah pelanggan ke kabel utama operator.
-
-
Main Distribution Frame (MDF):
-
Panel di sentral telepon tempat semua kabel dari pelanggan dikumpulkan dan dihubungkan ke sistem switching.
-
-
Central Office (CO) / Sentral Telepon:
-
Titik pusat jaringan operator di mana sinyal dari pelanggan diatur dan diteruskan ke jaringan lebih luas (misalnya ke internet, jaringan seluler, dll).
-
Fungsi Local Loop
| Fungsi | Penjelasan |
|---|---|
| 1. Transmisi Sinyal | Mengirim sinyal suara, data, atau video dari pelanggan ke operator. |
| 2. Akses Jaringan | Memberikan akses awal pelanggan ke jaringan telekomunikasi. |
| 3. Last Mile Connectivity | Menjadi "bagian terakhir" dari jaringan antara penyedia layanan dan pelanggan. |
Jenis Local Loop Berdasarkan Teknologi
| Jenis | Teknologi | Penjelasan |
|---|---|---|
| Analog Local Loop | PSTN (telepon rumah tradisional) | Menggunakan sinyal analog dan kabel tembaga. |
| Digital Local Loop | ISDN, DSL | Menggunakan sinyal digital, memungkinkan internet dan telepon bersamaan. |
| Fiber Local Loop | FTTH, FTTx | Kecepatan tinggi dan lebih stabil dibanding tembaga. |
| Wireless Local Loop (WLL) | Radio | Berguna di daerah terpencil tanpa infrastruktur kabel. |
Contoh Skenario
Misalnya:
-
Kamu menghubungi seseorang menggunakan telepon rumah.
-
Sinyal suara dikirim melalui local loop ke sentral telepon.
-
Di sentral, sinyal dialihkan ke nomor tujuan, baik itu lokal, seluler, atau internasional.
LALU APASIH SUBNET PADA ISP ITU
✅ APA ITU SUBNET DI ISP?
Subnet (Subnetwork) dalam konteks ISP adalah segmen jaringan yang diambil dari blok IP yang lebih besar, dibagi menjadi bagian-bagian lebih kecil agar:
-
Alamat IP bisa dikelola dengan efisien.
-
Trafik jaringan lebih mudah dikontrol dan diamankan.
-
Setiap pelanggan bisa mendapatkan IP (statis/dinamis) dari ruang IP yang terstruktur.
🧩 KENAPA ISP MELAKUKAN SUBNETTING?
| Tujuan Subnetting | Penjelasan |
|---|---|
| Efisiensi Alamat IP | ISP sering diberi blok IP besar, lalu membaginya agar tidak boros saat dialokasikan ke pelanggan. |
| Manajemen Jaringan Lebih Mudah | Setiap subnet bisa mewakili area geografis, layanan, atau kelompok pelanggan tertentu. |
| Routing Lebih Cepat | Routing antar subnet lebih efisien dan scalable. |
| Keamanan dan Isolasi | Jika satu subnet terkena serangan, tidak menyebar ke seluruh jaringan ISP. |
🔧 CARA KERJA SUBNETTING DI ISP
1. ISP MENDAPATKAN BLOK IP
ISP mendapat blok IP dari lembaga seperti:
-
APNIC (Asia Pacific)
-
ARIN (Amerika)
-
RIPE NCC (Eropa)
Contoh:
ISP ABC mendapat: 123.45.0.0/16
Blok ini punya 65.536 alamat IP (2^16).
2. PEMBAGIAN BLOK IP MENJADI SUBNET KECIL
Misalnya:
123.45.0.0/16 → dibagi menjadi 256 subnet /24
Setiap subnet /24 punya 256 alamat (254 usable).
Contoh alokasi:
-
123.45.1.0/24→ Jakarta Timur -
123.45.2.0/24→ Jakarta Barat -
123.45.3.0/24→ Surabaya -
123.45.4.0/25→ Corporate VLAN -
123.45.4.128/25→ Data center hosting
Bisa juga dibagi lebih kecil lagi, misalnya:
-
/30(4 IP): untuk koneksi router point-to-point -
/29(8 IP): untuk pelanggan kecil yang butuh IP publik -
/56atau/64: pada IPv6, untuk pelanggan rumahan atau bisnis
3. DISTRIBUSI IP KE PELANGGAN
ISP bisa memberikan IP ke pelanggan dengan:
-
Statis (manual): IP ditentukan dan tidak berubah.
-
Dinamis (DHCP): IP diberikan otomatis dari subnet sesuai lokasi pelanggan.
Contoh:
-
Seorang pelanggan di subnet
123.45.2.0/24bisa mendapat IP dinamis123.45.2.100dari server DHCP.
🌐 CONTOH STRUKTUR SUBNETTING ISP (IPv4)
Misalnya ISP ingin subnet berdasarkan layanan:
| Layanan | Subnet | Jumlah IP (usable) |
|---|---|---|
| Rumah | 123.45.10.0/24 | 254 |
| Bisnis kecil | 123.45.11.0/28 | 14 |
| Provider hotspot | 123.45.12.0/22 | 1022 |
| Backbone router | 123.45.13.0/30 | 2 |
📦 CONTOH SUBNETTING IPv6 di ISP
IPv6 memungkinkan ISP memberi pelanggan blok lebih besar:
| Jenis pelanggan | Subnet | Alamat |
|---|---|---|
| Rumah tangga | /64 | Satu jaringan penuh |
| Kantor besar | /56 | 256 jaringan /64 |
| Perusahaan | /48 | 65.536 jaringan /64 |
Contoh:
Blok ISP: 2001:db8:abcd::/32
Pelanggan A: 2001:db8:abcd:1::/64
Pelanggan B: 2001:db8:abcd:2::/64
🛡️ MANFAAT STRATEGIS SUBNET BAGI ISP
-
QoS (Quality of Service): Subnet memudahkan pengaturan bandwidth.
-
Firewall dan ACL: Subnet bisa difilter, dibatasi, atau dipantau secara terpisah.
-
Manajemen Masif: ISP besar seperti Telkom, Indihome, Biznet menggunakan ribuan subnet untuk seluruh pelanggan.
JADI APASIH PERBEDAAN DARI LOCAL LOOP DAN SUBNET PADA ISP
🔍 PERBANDINGAN RINCI: LOCAL LOOP vs SUBNET
| Aspek | LOCAL LOOP | SUBNET |
|---|---|---|
| Definisi | Jalur fisik yang menghubungkan pelanggan (rumah/kantor) ke perangkat jaringan ISP terdekat (ODP, DSLAM, BTS, atau sentral telepon). | Pembagian logis dari blok IP besar menjadi jaringan kecil, untuk mengalokasikan IP kepada pelanggan. |
| Jenis Sinyal yang Dikirim | Sinyal elektrik (kabel tembaga), optik (fiber), atau radio (wireless) | Data digital (paket IP) |
| Peran dalam ISP | Menghubungkan pelanggan secara fisik ke jaringan ISP (akses jaringan) | Mengelola dan mengatur pengalamatan IP bagi pelanggan dan perangkat |
| Lokasi dalam Arsitektur ISP | Terletak di sisi akses/jalur fisik (antara pelanggan dan distribusi ISP) | Terletak di sisi logis IP/networking (dalam IP layer) |
| Teknologi Pendukung | - Fiber Optik (FTTH) - DSL (ADSL/VDSL) - Wireless Local Loop (WLL) - DOCSIS (kabel coaxial) | - IPv4 / IPv6 - CIDR (Classless Inter-Domain Routing) - DHCP / Static IP - VLAN/Sub-interface |
| Contoh | Kabel optik dari modem rumahmu ke tiang ODP Telkom | 10.10.1.0/24 → digunakan untuk pelanggan Indihome di Jakarta Timur |
| Unit Pengelola | Departemen teknisi jaringan akses fisik | Departemen IP engineering dan administrator jaringan |
| Protokol / Alat Terkait | Tidak bergantung pada protokol tinggi (lebih ke media transmisi fisik) | IP addressing, routing (BGP, OSPF), NAT, DHCP |
| Masalah Umum | Gangguan fisik: putus kabel, interferensi radio, SNR rendah | Salah konfigurasi subnet, konflik IP, duplikasi IP, kesalahan route |
| Hubungan Keduanya | Subnet tidak akan sampai ke pelanggan jika local loop-nya rusak | Local loop mengantarkan koneksi, tapi tanpa subnet, pelanggan tidak bisa mengakses internet |
📌 Contoh Praktis dalam ISP (Studi Kasus)
📍 1. Local Loop – Akses Fisik
Seorang pelanggan Indihome di Bandung mendapat koneksi internet melalui:
-
Kabel fiber yang ditarik dari rumah ke tiang terdekat (ODP).
-
Kabel itu disambungkan ke perangkat OLT (Optical Line Terminal) milik ISP.
👉 Ini adalah local loop – bagian fisik antara pelanggan dan jaringan pusat ISP.
📍 2. Subnet – Alokasi IP
ISP memberikan blok IP seperti:
-
36.72.44.0/24untuk Bandung Utara -
Pelanggan tadi dapat IP
36.72.44.78, diberikan via DHCP dari router ISP.
👉 Ini adalah subnet – blok IP logis yang mengidentifikasi pelanggan di jaringan internet.
🎯 Kesimpulan Akhir:
| Kesimpulan |
|---|
| 🔌 Local loop = koneksi FISIK ke jaringan ISP (akses internet sampai ke rumah/kantor). |
| 🌐 Subnet = koneksi LOGIS melalui IP agar perangkatmu dikenal di jaringan internet. |
| Keduanya saling melengkapi: tanpa local loop, IP tak bisa dikirim; tanpa subnet, IP tak punya struktur dan arah. |
📡 1. TELKOM INDONESIA (INDIHOME)
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Local Loop | Menggunakan Fiber Optik (FTTH) langsung ke rumah pelanggan melalui tiang ODP (Optical Distribution Point). |
| Subnet | Mengelola IP publik besar dari blok seperti 125.160.0.0/16, dibagi menjadi subnet berdasarkan wilayah/kota. Setiap pelanggan dapat IP dari subnet sesuai lokasi (via DHCP atau PPPoE). |
🌐 2. BIZNET NETWORKS
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Local Loop | Fiber optik langsung (FTTH) dari jaringan utama ke rumah atau gedung. Tidak pakai kabel tembaga. |
| Subnet | Biznet membagi IP publik (misalnya 180.253.x.x) ke pelanggan menggunakan subnet /24 atau lebih kecil. Umumnya IP diberikan via DHCP dengan pilihan static IP untuk bisnis. |
🧠 3. MYREPUBLIC
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Local Loop | Jaringan fiber optik langsung ke pelanggan, menggunakan ONT (Optical Network Terminal) di rumah. |
| Subnet | IP dialokasikan dari subnet tertentu seperti 103.139.244.0/22. Pelanggan rumahan biasanya pakai IP dinamis, bisnis bisa request IP statis. |
📺 4. FIRST MEDIA (LINK NET)
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Local Loop | Menggunakan jaringan kabel coaxial (DOCSIS), bukan fiber penuh. Cocok untuk internet + TV kabel. |
| Subnet | IP publik dibagi dalam subnet seperti 36.84.0.0/16. Setiap node kawasan pelanggan memiliki subnet tersendiri. |
📱 5. XL HOME
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Local Loop | Menggunakan jaringan fiber optik langsung ke ONT di rumah pelanggan. |
| Subnet | IP publik dialokasikan secara dinamis dari subnet yang berbeda-beda tergantung lokasi, seperti 103.100.0.0/16. |
⚡ 6. ICON+ (PLN GROUP)
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Local Loop | Gunakan jaringan fiber yang disebarkan lewat infrastruktur PLN (tiang listrik). |
| Subnet | Biasanya melayani BUMN dan perusahaan besar, dengan alokasi subnet statis, bisa /28, /29, atau /30 untuk koneksi dedicated. |
📦 RINGKASAN TABEL
| ISP | Local Loop | Subnet (contoh) |
|---|---|---|
| Telkom / IndiHome | FTTH | 125.160.0.0/16 |
| Biznet | FTTH | 180.253.0.0/16 |
| MyRepublic | FTTH | 103.139.244.0/22 |
| First Media | Coaxial (DOCSIS) | 36.84.0.0/16 |
| XL Home | FTTH | 103.100.0.0/16 |
| ICON+ | Fiber via PLN | Variatif (khusus B2B) |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar