Nama : Rechan Wahyu Andika
Kelas : XI TJKT2/33
Tujuan: Setelah menyelesaikan jobsheet ini, peserta dapat memahami dan mengonfigurasi routing dalam satu Autonomous System (AS) menggunakan protokol routing statik dan dinamis.
Alat dan Bahan:
- 3 buah router (misalnya Router A, Router B, dan Router C)
- Kabel konsol
- Kabel jaringan Ethernet
- Komputer atau terminal untuk akses CLI router
- Perangkat lunak simulasi jaringan (misalnya Cisco Packet Tracer atau GNS3)
Langkah-Langkah:
1. Persiapan Perangkat
- Sambungkan ketiga router (Router A, B, dan C) menggunakan kabel jaringan Ethernet.
- Gunakan kabel konsol untuk menghubungkan router dengan terminal komputer untuk konfigurasi CLI.
2. Pengaturan IP Address pada Antarmuka Router
- Tentukan alamat IP untuk setiap antarmuka pada router, sesuaikan dengan topologi jaringan yang sudah disusun.
- Misalnya, pada Router A (menghubungkan ke Router B dan Router C):
- IP pada antarmuka ke Router B: 192.168.1.1/24
- IP pada antarmuka ke Router C: 192.168.2.1/24
- Lakukan hal yang sama pada Router B dan Router C.
- Misalnya, pada Router A (menghubungkan ke Router B dan Router C):
3. Konfigurasi Routing Statis
- Konfigurasi routing statis pada setiap router agar dapat saling berkomunikasi.
- Pada Router A, tambahkan rute ke jaringan yang ada di Router B dan Router C.
ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.1.2 ip route 192.168.4.0 255.255.255.0 192.168.2.2 - Pada Router B dan C, lakukan konfigurasi rute statis serupa untuk memastikan jalur komunikasi antar-router terhubung.
- Pada Router A, tambahkan rute ke jaringan yang ada di Router B dan Router C.
4. Verifikasi Rute
- Setelah konfigurasi routing statis selesai, verifikasi dengan perintah
show ip routepada setiap router. - Pastikan rute yang dimasukkan sudah muncul dan dapat dijangkau.
5. Konfigurasi Routing Dinamis dengan RIP (Routing Information Protocol)
- Pada setiap router, konfigurasikan RIP agar jaringan di dalam AS dapat berkomunikasi secara dinamis.
- Masuk ke mode konfigurasi router:
RouterA(config)# router rip RouterA(config-router)# version 2 RouterA(config-router)# network 192.168.1.0 RouterA(config-router)# network 192.168.2.0 - Ulangi langkah ini pada Router B dan C, pastikan setiap router mengetahui jaringan yang ada pada masing-masing router.
- Masuk ke mode konfigurasi router:
6. Verifikasi Routing Dinamis
- Setelah konfigurasi RIP selesai, periksa tabel routing menggunakan perintah
show ip route. - Pastikan bahwa setiap router mengiklankan jaringan di dalam AS melalui RIP.
7. Pengujian Konektivitas
- Gunakan perintah
pingdantracerouteuntuk menguji konektivitas antar-router dan pastikan semua perangkat dalam jaringan dapat berkomunikasi dengan baik. - Lakukan ping dari Router A ke Router B dan Router C, serta antar jaringan yang berbeda.
8. Dokumentasi dan Kesimpulan
- Buat dokumentasi konfigurasi yang sudah dilakukan pada setiap router, termasuk alamat IP yang diberikan dan perintah konfigurasi yang digunakan.
- Diskusikan kesimpulan dari pekerjaan yang telah dilakukan, apakah konfigurasi routing statis atau dinamis yang lebih sesuai untuk jaringan ini, dan alasan di baliknya.
Tugas Mandiri:
- Coba untuk mengonfigurasi protokol routing dinamis lainnya, seperti OSPF, dan bandingkan kinerjanya dengan RIP.
- Buat skenario jaringan yang lebih kompleks dengan menambahkan router dan sub-net baru, dan implementasikan routing dalam AS tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar